Selain jaraknya yg cukup jauh,track/jalan yg dilalui-pun medanya sgt berat, Butuh stamina,konsentrasi dan kendaraan yg benar2 fit karena hrs melewati Gunung2 dgn jalan yg umumnya rusak parah,melewati kampung2 yg benar2 jauh dari keramaian (Seperti terisolasi). Namun itu semua terbayar oleh pemandangan yg benar2 menakjubkan di sepanjang jalan, di mana msh banyak rumah yg sgt2 sederhana (rumah panggung namun besar2/luas),keramahan orang2 desa yg hampir tdk pernah lagi ditemukan di kota.
Sungguh pengalaman yg sangat2 mengasyikan
Curug Citambur atau dalam bahasa Indonesia disebut air terjun ini, terletak di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur. Berlokasi di selatan Ciwidey, Kabupaten bandung, dengan jarak ±40 Km dari arah Ciwidey, membutuhkan waktu 1 jam perjalanan mobil. Dan ±65 Km dari arah Kota Cianjur. Curug Citambur merupakan Curug tertinggi di Jawa Barat, dengan ketinggian ±100 meter. Curug yang berpanorama indah ini selalu diliputi kabut tipis dan jatuhan airnya bersuara keras. Ada 2 versi mengapa curug tersebut bernama Citambur. Dulu, Curug Citambur termasuk wilayah Kerajaan Tanjung Anginan, yang rajanya bergelar Prabu Tanjung Pagelaran. Pada saat kerjaan masih berdiri, setiap kali raja akan mandi ke Curug selalu ditengarai dengan suara tambur yang ditabuh para pengawal. Suara alat musik tabuh yang berdebum tu terdengar cukup jauh, sehingga warga Pasirkuda menyebutnya Curug Citambur.
Versi berikutnya dijelaskan oleh warga sekitar yakni, kata orang tua dulu, setiap air terjun yang jatuh ke kolam berbunyi “bergedebum” seperti tambur. Dari arah Ciwidey menuju Curug Citambur, di kanan kiri jalan dipeuhi kebun teh yang indah bagaikan permadani hijau. Dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah memanjakan mata dan badan.
Demikian perjalanan jarambah kali ini, sampai jumpa di ulin jarambah berikutnya
Sumber : Kang Demang Sastrajingga,Travel.detik.com



No comments:
Post a Comment